Tag Archives: Reviews

Kindle Paperwhite: Pengalaman Membaca Yang Menyenangkan

kindle-paperwhite
Tampilan Home Kindle Paperwhite dalam format list

Membaca buku adalah salah satu hobi yang sudah lama saya tekuni. Genre buku yang saya baca bervariasi dari buku teknik, novel, cerpen, dan komik manga. Waktu yang paling sering saya gunakan untuk membaca adalah saat menunggu, atau kurang kerjaan, atau menjelang tidur — terutama jika sulit tidur.

Seiring berjalannya waktu, saya sering berpindah tempat (mobile) dan selalu membawa buku. Kebiasaan ini memberatkan tas dan sering buku hanya bersemayam di dalam tas tanpa pernah di baca. Kemudian saya berkenalan dengan ebook — buku dalam format elektronik sebagai alternatif buku konvensional (media cetak). Ebook mengubah kebiasaan saya dalam membaca. Saya lebih mudah membaca di mana pun, kapan pun, dari perangkat genggam. Ringan membawa puluhan buku dalam satu perangkat, tak lagi memberatkan tas yang saya panggul setiap hari. Continue reading

ubuntu-lucid-lynx

Lucid

ubuntu-lucid-lynxLucid sudah nempel di PC untuk beberapa waktu yang lampau. Dapet file iso kurang dari 5 menit dari Kang AndyMSE. Awalnya sempet jengkel, tidak bisa install Lucid sebab PC tidak detek usb boot. Setelah telaten nyari Cakram bekas, akhirnya dapat DVD-RW bekas, untungnya masih bisa dipakai. Syukurlah.

Setelah install di pagi buta, masuk juga Lucid di Harddisk. Pertama kali login, terpukau dengan kecepatan loading yang terasa lebih cepat dari kakaknya Karmic – atau cuma perasaanku saja. Yang paling menyenangkan dari Lucid, ukuran layar mencapai 1280×1024 pixels dengan kartu grafis onboard.

Akhirnya sampai sekarang sudah cukup lama meninggalkan Jendela 7 yang semakin lambat saja.

ilustrasi: www.sucka.net

Opera Mini 5 final

Browser mobile phone Opera Mini 5 final keluar juga. Sebagai pengguna setia Opera Mini, kehadiran versi final ini sangat ditunggu-tunggu. Saat download dari mobile phone, ukuran file sebesar 268KB selesai kurang dari 5 menit dengan koneksi GPRS IM3.

Untuk pertama kali pemakaian, ada proses instalasi yang memakan waktu kurang dari 3 menit di handphone Sony Ericsson W660i. Cukup terkejut dengan tampilan awal Opera Mini 5 final dengan background warna putih, berbeda dengan versi betanya yang mempunyai background warna hitam. Setelah proses instalasi, tampilan awal speed dial sedikit mengalami perubahan. Tampilan screenshot bookmark di speed dial tidak ada garis batas sehingga gambar terkesan timbul. Tampilan huruf pun lebih rapi dan ramping.

Saat penggunaan, saya tidak terlalu kaku, sebab sudah terbiasa dengan versi beta yang mirip. Fitur mulai tab sampai password manager masih bersemayam di versi final ini. Adanya downloader yang bisa download file tanpa harus keluar dari browser lebih disempurnakan. Juga fitur Opera Link, untuk sinkronisasi dengan akun My Opera.

Begitu banyaknya bug di versi Opera Mini 5 beta 2 yang setia menemani aktivitas browsing, sayangnya masih ada yang tertinggal di versi final ini. Seperti saat submit form tidak ada respon sama sekali, malah tulisan hilang. Dari segi kecepatan respon, cukup mengalami perkembangan. Penggunaan memory juga diklaim Opera lebih kecil.

Opera Mini 5 Final ini direkomendasikan untuk tertanam di mobile phone Anda. Apalagi bagi Anda yang selama ini memakai versi Opera Mini 5 beta 2. Tapi bagi Anda yang masih setia dengan Opera Mini 4.x sebaiknya jangan update dulu, sebab Opera Mini 5 Final ini langsung menumpuk instalasi Opera Mini 4.x. Bebeda dengan versi beta yang bisa di install terpisah. Bagi Anda yang suka dengan tabbed browser, password manager dan fitur-fitur baru Opera Mini 5 Final sebaiknya segera mencoba browser anyar ini.

Update 19/3/2010: Link Download Here

Berlayar Ke Alaska

Cruise On You judul buku kedua Margareta Astaman, tentang mimpi seorang marella sejak kecil ingin naik kapal pesiar. Impian yang sering dilupakan oleh setiap orang yang beranjak dewasa, bahwa ada anak-anak dalam setiap diri kita yang kita bunuh minimal ditidurkan, anak-anak yang mempunyai mimpi sehingga hidup itu lebih bersemangat daripada sekadar realita yang lebih berjalan stagnan – mapan. Anak kecil yang selalu bersemangat bermimpi setinggi langit, percaya keberuntungan bukan sekadar perjudian yang kemungkinannya 1:100 tapi adalah nyata bila kita berusaha mewujudkannya.

Cruise On You - Margareta Astaman

Adalah Marella seorang gadis dewasa yang bekerja sebagai creative illustrator dengan gaji dua juta perbulan plus kegemaran belanja sepatu menjauhkannya menabung untuk meraih mimpinya berlayar dengan kapal pesiar. Tapi, bermula dari iseng mendaftar lomba foto romantis berhadiah berlayar ke Alaska, Marella bisa mewujudkan impiannya berlayar dengan kapal pesiar.

Entah sial atau memang nasib, ticket berlayar itu hanya bisa diambil oleh pasangan yang ada di foto. Dan tambah sial lagi, foto itu merupakan foto berdua dengan mantan pacarnya. Mantan pacar yang tidak pernah ingin ditemui lagi disisa hidup Marella. Adegan-adegan kocak dan konyol mengaliri buku ini, membuat aliran cerita menjadi sangat enak dibaca. Mulai dari kisah Marella mencari mantan pacarnya dengan menelpon separuh jakarta sampai keleleran dipinggir jalan, bahkan saat kepalanya blank, dia REG salah satu paranormal terkenal, meminta wangsit keberadaan mantan pacarnya.

Margie, sapaan akrab Margareta Astaman, menggambarkan seting secara detail. Saat membacanya serasa saya dibawa ke Alaska menikmati suasana keindahan gletser, tambang emas kuno juga hutan tundra. Drama-drama kocak antara sepasang mantan kekasih saat berlayar, hingga konflik emosi yang akhirnya mendamaikan perseteruan seumur hidup mantan pasangan itu.

Yang perlu ditarik pesan dari buku kedua Margie ini adalah impian tidak boleh dibunuh, semustahil apapun impian, nyatanya nggak ada yang mustahil. Semangat mewujudkan impian. Dan jalan mencapai impian harus dengan jalan yang jujur, bukan sebuah kepalsuan atau kebohongan, pada akhirnya biji yang buruk buahnya juga buruk. Dan biji yang baik tidak akan berhenti berbuah kebaikan.

Dan akhirnya saya tak harus berlayar dua minggu untuk menikmati Alaska, malahan bisa tertawa membaca dan mendapat pelajaran berharga dengan Cruise On You.

Semalam Bersama Misbach Yusa Biran

Keajaiban di Pasar Senen
Keajaiban di Pasar Senen

Semalam, saya dapat pinjaman buku kumpulan cerpen karya Misbach Yusa Biran berjudul “Keajaiban di Pasar Senen” dari blogger Pak Blontankpoer. Keajaiban di Pasar Senen berisi 17 cerita yang menggambarkan kehidupan seniman Pasar Senen di tahun 1950-an dengan bumbu humor cerdas.

Awalnya saya mau menulis kesan setelah membaca buku ini di twitter atau di plurk, bukan di facebook karena saya sudah bosan dengan facebook. Tapi urung. Sebab kesan yang saya tulis dalam 140 karakter tidak akan bisa mewakili kepuasan saya membaca buku ini.

Bagi saya yang tidak hidup di tahun 1950-an, dan belum pernah berkunjung ke Jakarta, apalagi Jakarta sekarang sudah sangat beda dengan keadaan yang telah berlalu setengah abad yang lalu, hanya bisa mereka-reka bagaimana keadaan Pasar Senen tahun itu dengan apa yang dituliskan Biran, panggilan akrab pengarang dalam buku ini.

Kelucuan sejak awal cerita yang sebenarnya mengungkapkan kepasrahan seorang seniman yang memang belum menghasilkan suatu karya apapun dari suatu keajaiban yang pernah dialaminya, kemudian seorang manusia yang hanya minum kopi tanpa makan nasi, benar-benar membuat saya ketawa semalaman.

Tidak berhenti di situ, Misbach Yusa Biran menghadirkan suasana tahun 1950-an, lewat dialog campuran Belanda-Indonesia yang sering dipakai anak muda kaya waktu itu. Anak-anak muda kaya yang merasa sombong dengan statusnya meski masih kalah ngomong dibanding seniman yang tidak sekolah. Seperti gambaran otak kosong kebanyakan anak muda jaman sekarang.

Dan lagi cerita cinta seniman yang lebih banyak menemui kebuntuan meski ada juga yang berhasil mendapatkan cintanya. Cerita tukang cukur yang merasa menjadi seniman setelah bergaul sedikit dengan seniman bahkan membuat saya semakin terpingkal-pingkal. Semakin banyak saja yang menarik dari Pasar Senen, tempat berkumpul seniman dan yang akan jadi seniman pada masa itu.

Keajaiban di Pasar Senen menyajikan humor yang cerdas, tidak membosankan, dan beberapa cerita memang cukup menyentuh. Kesan saya, banyak hal yang menarik dari kehidupan sehari-hari yang bisa menjadi pelajaran meski hal itu kadang remeh dan jarang terpikirkan. Otak kosong saya yang selama beberapa waktu ini malas menulis di blog ini menjadi semangat lagi menulis. Banyak hal yang bisa diceritakan. Mungkin berawal dari percakapan kecil, menjadi hal yang menarik ketika dituangkan dalam sebuah cerita.

Updated 06/04/2010:

Profil Misbach Yusa Biran di wikipedia

telah Update Firefox 3.6

Semalam dapet info dari Mozilla sang empunya Browser Firefox, merilis Mozilla Firefox 3.6 teranyar. Sebenarnya saya agak kaget, Firefox 3.5.7 saya langsung upgrade ke versi Firefox 3.6, tidak ke versi 3.5.8. Setelah selesai upgrade dan restart firefox, dihalaman awal disuguhi fitur terbaru dari firefox.

Firefox-3.6
Firefox-3.6

Persona adalah skin yang merubah tampilan firefox, tanpa merubah icon-icon yan ada. Tampilan firefox yang sebelumnya polos, sekarang lebih warna-warni dengan adanya persona ini. Persona telah diperkenalkan di Firefox 3.5, cuma belum cukup populer. Persona menjadi point penting rilis Firefox 3.6 ini.
Perubahan mendasar dari Firefox 3.6 ini tidak terlalu kentara dari versi sebelumnya. Lebih banyak pada perubahan sistem mesin ini. Firefox yang terkenal menjadi pemakan resource memory dan processor komputer terbanyak pun tidak semakin menurun. Cenderung bertambah. Masih kalah ringan dengan browser milik google, chrome.
Saya merasa agak kecewa dengan add-ons yang sebagian tidak berjalan di Firefox 3.6, memang bukan kesalahan pihak Mozilla, tapi memang developer add-ons tersebut belum menyediakan update terbaru yang kompatibel dengan Firefox 3.6. Sxipper, add-on password manager untuk firefox juga belum ada update sampai potingan ini dibuat. Padahal sxipper sangat membantu dalam pengisian password dan form saat browsing. Satu-satunya cara adalah memaksa add-on tersebut kompatibel dengan Firefox 3.6.
Update ini bagi saya lebih pada keamanan dan stabilitas Firefox. Sebab dibeberapa website yang saya buka kurang stabil jika dibuka memakai Firefox 3.5.7. Sekalian mengikuti update terbaru meski kadang yang terbaru bukan yang terbagus.

Release note Firefox 3.6
GetPersona

Updated: March 28, 2010

Release firefox 3.6.2 lebih awal dari jadwal karena ada permasalahan security, segera update browser anda Firefox 3.6.2

Opera Mini 5 Beta

om5beta

Kemarin baca-baca berita di feed, dapat info kalau Opera Software merilis Opera Mini 5 beta. Rasa ingin tahuku tak terbendung lagi. Setelah berhasil download di sini, langsung saya pindahkan ke memory handphone Sony Ericsson W660i. (yahoo)

Proses instalasi cukup cepat. Begitu terpasang dengan sukses, saya begitu penasaran dengan fitur apa saja yang terpasang di versi anyar ini. Di tampilan paling awal langsung terasa seperti memakai opera versi 9.5 keatas dengan ciri khas speeddial dan screenshot website sekaligus. Begitu pencet tombol menu, pilihan navigasi mirip browser yang teristall di pc memudahkan saya browsing internet. Fitur yang baru adalah pilihan tabbed browsing (woot) , bahkan copy text pun bisa dilakukan dengan browser baru ini.

Kalau menurut saya, Opera Mini 5 Beta ini cukup memberikan pengalaman baru saat browsing internet, meski saya hanya sering buka plurk dan facebook dari ponsel. Sekian dulu, saya sudah ngantuk. :D. Selamat mencoba!!! (goodluck)

Sumber gambar: http://www.intomobile.com/2009/09/15/opera-mini-5-beta.html