Saya susah tidur, mungkin

Reading time ~1 minute

Saya susah tidur, mungkin Kalau ditanya kenapa saya susah tidur, saya susah jawab. Saya jarang sekali memikirkan sebab saya susah tidur. Saya hanya merasa sang kantuk sedang menjelajah ke rumah lain. Mungkin pikiran saya kurang tenang? Tapi apa yang saya pikirkan? Apakah masalah pekerjaan? Terus terang pekerjaan saya sekarang blogger – kalau blogger sudah dianggap pekerjaan di negara ini. Apakah masalah uang? Saya hanya ingat sebagain hutang saya. Apakah masalah cinta? Bagi saya itu bukan beban. Apakah masalah kuliah? Saya sudah lama keluar dari sana.

Lalu penyebab saya susah tidur apa? Ini mungkin salah saya dari awal, sering menghiraukan hukum alam, sering begadang, tidur siang. Pada tahapan tertentu saya bahkan tidak tidur dalam jangka waktu lebih dari 24 jam. Menjadikan hal itu biasa, mungkin. Karena tak tahu pasti hanya bisa berkata mungkin.

Mungkin, satu kata ini bisa memanjangkan proses berpikir saya. Segala kemungkinan. Otak yang tidak banyak digunakan berpikir, tiba-tiba berpikir keras mencari ujung pangkal kata mungkin. Saya terlalu menikmati berpikir segala kemungkinan yang sebenarnya hanya angan liar tak terkendali. Otak jadi panas. Kantuk pun malas mendekat.

Jadi kalau saya ingin tidur seharusnya saya hanya berpikir tidur. Bukan berpikir tentang tadi dan bukan berpikir tentang nanti. Dan bukan berpikir tentang kemaring ataupun hari esok. Ini akan tidur bukan koreksi diri.

Koreksi diri, satu kata yang bisa memperpanjang tulisan ngelantur ini. Dan kalau saya teruskan, judul tulisan ini akan menjadi “Mungkin koreksi diri penyebab susah tidur”.

Sumber gambar: http://psychiatrist-blog.blogspot.com/2007_11_01_archive.html

Kindle Paperwhite: Pengalaman Membaca Yang Menyenangkan

![Tampilan Home Kindle Paperwhite dalam format list](/images/old/2013/08/Kindle-Paperwhite-01.jpg)Membaca buku adalah salah satu hobi yan...… Continue reading

Perkara Ambèn

Published on September 08, 2009

Percakapan default di mini market

Published on March 09, 2011