Pilih mana, sakit gigi atau sakit hati?


daripada sakit hati
lebih baik sakit gigi ini
biar tak mengapa

—Cuplikan lirik “Sakit gigi” dipopulerkan oleh Meggy Z

Jika kamu pernah mendengar lirik lagu di atas, dan pernah sakit gigi. Saya rasa kamu akan sependapat dengan saya, bahwa sakit hati itu masih lebih baik dari sakit gigi.

Efeknya mungkin mirip. Sakit hati dan sakit gigi, bisa menyebabkan berkurangnya nafsu makan. Ketidak-stabilan emosi. Datang di malam hari ketika akan tidur. Dan lain sebagainya, whatever.

Namun efek paling menyebalkan dari sakit gigi adalah tak bisa dilupakan dan tidak bisa tidur. Salah satu jalan adalah dibawa ke dokter. Dan dokter gigi tidak ada yang murah. Pun tak ada dokter gigi yang saya ketahui buka jam 12 malam.

Sedangkan sakit hati, paling tidak masih bisa tidur dan bahkan bisa teralihkan (terlupakan) seiring berjalannya waktu atau banyaknya kegiatan lain. Kecuali kalau pendendam. Untungnya saya bukan tipe orang yang suka mendendam.

Kesimpulannya, mana yang lebih baik? Sakit gigi atau Sakit hati? Tidak salah satu atau keduanya. Sakit itu bukan pilihan namun resiko. Dan sakit gigi adalah resiko yang paling menyebalkan.

One thought on “Pilih mana, sakit gigi atau sakit hati?”

Comments are closed.