Sore

Reading time ~1 minute

Sore, cerah, terasa damai sekali. Sudah lama sekali tidak menikmati. Hampir dua tahun disibukkan pekerjaan menyita waktu dan terpaksa menghabiskan waktu di dalam gedung tanpa menyadari pergantian antara siang dan malam itu.

Saat duduk di depan rumah, seperti menemukan sesuatu yang hilang. Perasaan damai saat menyaksikan pergantian siang dan malam membangkitkan memori masa kecil. Memori saat masih ber umur satuan belum belasan bahkan puluhan. Masa kecil saat belum tahu dosa, bukan tidak berdosa. Saat tidak ada beban karena tidak pernah memikirkan masa depan. Hanya menjalani kehidupan mulai membuka kelopak mata sampai terpejam kembali di sepertiga awal malam.

Bedanya dengan sekarang lalu lalang kendaraan lebih ramai daripada dulu. Pohon jambu air yang dulu berdiri tegak sudah hilang tak berbekas. Tinggal pohon belimbing di sebelah barat dan beberapa pohon yang menjulang seperti tombak disebelah timur. Rumah ini pun sudah ditinggalkan penghuni yang lain. Membuat rumah-rumah lain. Rumah ini diam sepi, tak bersuara riang lagi.

Suasana sore ini menghanyutkan. Membius takut dan khawatir. Tinggal damai menyelimuti. Seperti sore yang berumur pendek, kedamaian pun terusik suara handphone. Alat yang sebenarnya menjajah privasi. Mau tak mau, harus angkat kaki dari kedamaian ini. Semoga esok bertemu sore lagi.

Kindle Paperwhite: Pengalaman Membaca Yang Menyenangkan

![Tampilan Home Kindle Paperwhite dalam format list](/images/old/2013/08/Kindle-Paperwhite-01.jpg)Membaca buku adalah salah satu hobi yan...… Continue reading

Hujan dan Kebocoran

Published on November 08, 2015

Percakapan default di mini market

Published on March 09, 2011