Paksa atau Pasrah

Reading time ~1 minute

Kemarin ngobrol dengan seorang teman di waktu malam, muncul sebuah pertanyaan yang menggelitik otak kiri dan otak kananku untuk bekerja. Temanku tanya: “Kamu koq kebiasaan maksa?”, aku jawab singkat: ”Ngeyel, paksa aja”.

Sesampai dirumah pertanyaan dan jawaban itu masih mememenuhi benak dan pikiranku. Bukan kebiasaanku memaksa, aku masih kepikiran, kenapa harus memaksakan sesuatu agar berjalan lancar ya?

Suatu sifat manusia yang selama ini aku amati, manusia tidak akan berjalan sendiri kalau tidak dipaksa. Dorongan-dorongan positif atau negatif untuk memaksa seseorang agar melakukan suatu hal sudah lumrah. Jarang sekali adanya kesadaran untuk melakukan lebih dahulu sebelum disuruh atau dipaksa.

Kalau semua hal penting harus menunggu perintah yang lebih cenderung memaksa maka kapan kita bisa berkembang. Inisiatif dan kreatifitas cenderung mandul. Haruskah kita menunggu orang lain memerintah bahkan memaksa kita untuk melakukan sesuatu?

Itulah mengapa aku lebih suka memaksakan sesuatu agar berjalan. Paksaan lebih efektif daripada pasrah pada kesadaran orang lain yang kadang not responding atau malah tidak muncul sama sekali.

Paksa atau pasrah menjadi pilihan yang lebih cenderung mengarah pada keadaan objek bukan lagi pilihan subjek yang melakukan.

Kindle Paperwhite: Pengalaman Membaca Yang Menyenangkan

![Tampilan Home Kindle Paperwhite dalam format list](/images/old/2013/08/Kindle-Paperwhite-01.jpg)Membaca buku adalah salah satu hobi yan...… Continue reading

Perkara Ambèn

Published on September 08, 2009

Blog dan Saya

Published on March 28, 2009