Furiously Writing - source: Flickr

Nge-blog selama Februari atau Pebruari?

Saya kesulitan menemukan ide dan mood untuk menulis beberapa hari terakhir. Awal bulan ini, saya akan mulai nge-blog selama Februari, setiap hari, dengan mengoptimalkan ide yang didapat dari ebook “365 Days of Writing Prompts” yang ulasannya saya tulis di VirtueMagz.

Harapannya agar lebih mudah lagi membangun ide dan mood untuk menulis.

Tulisan saya beberapa pekan sebelumnya kebanyakan resensi dari buku yang selesai saya baca. Namun pada akhirnya malah membuat saya tertekan karena tak semua buku bisa menginspirasi saya untuk membuat tulisan di blog.

Flangiprop!
Invent a definition for the word “flangiprop,” then use the word in a post
The Daily Post – 365 Days of Writing Prompts, 2013, 13

Oke, dalam ebook tersebut, ide untuk hari ini adalah membuat definisi kata “flangiprop.” Dan saya merasa kata tersebut kurang menarik jika diserap dan didefinisikan dalam Bahasa Indonesia.

Awal kata tersebut menggunakan huruf “F”. Dalam bahasa Indonesia, sering terjadi salah-kaprah penggunaan kata serapan yang memakai huruf “F” dalam susunan katanya. Apakah tetap memakai huruf “F” atau diganti “P”? Apakah “faaak” atau “paaak”?

Februari atau Pebruari?

Kembali ke awal bulan, saya menemukan keganjilan waktu melihat indikator kalender di Ubuntu yang bersemayam di komputer saya. Di situ tertulis “Sab, 1 Peb 2014 07:37:02 WIB”.

Pengaturan Bahasa di Ubuntu ~ Februari atau Pebruari
Pengaturan Bahasa di Ubuntu ~ Hassan Aly

Saya merasa ada yang salah pada penulisan nama bulan dalam indikator tersebut. Kenapa nama bulan kedua tahun masehi ditulis “Peb” bukan “Feb”?

Setelah berburu informasi di google mencari kebenaran antara “Februari” atau “Pebruari”. Akhirnya saya menemukan di beberapa referensi yaitu KBBI Online dan Kateglo, menyebutkan bahwa kata yang baku adalah “Februari”, bukan “Pebruari”.

Dan hal itu membuat saya dongkol, karena penyebutan nama bulan yang seharusnya merupakan hal baku yang sering digunakan dan ada selama sejak sistem penanggalan ini dipakai, terjadi kesalahan.

Kemudian saya ingin menyampaikan kekeliruan kepada Ubuntu bahwa terjemahan Bahasa Indonesia yang mereka pakai tak baku. Namun urung, karena prosesnya tak semudah menyampaikan perbaikan bahasa di Facebook, Twitter, atau layanan lainnya. Sekarang sudah dongkol kuadrat.

Akhirnya saya memutuskan untuk mengganti tampilan indikator kalender menggunakan Bahasa Inggris, tidak menggangu mata saya dan tidak membuat dongkol.

Selamat Tahun Baru Imlek bagi yang menggunakannya dan Selamat awal Bulan Februari.

Kredit gambar: Furiously Writing ~ Flickr

5 thoughts on “Nge-blog selama Februari atau Pebruari?”

  1. hihihihi gara-gara F dan P bisa jadi dongkol kuadrat ya mas, tapi thank sudah mencerahkan karena saya sebenarnya pakai F atau P di bulan kedua :-)

Comments are closed.