Lebaran

Reading time ~1 minute

Lebaran telah tiba, hari penutupan bagi yang berpuasa, dan hari meminta maaf bagi yang merasa salah. Juga hari dimulai tak perlu tarawih sampai bulan puasa berikutnya.

Bagi saya, hari libur. Libur dari segala kepenatan pekerjaan, dan libur dari terjaga sepanjang malam. Hari libur yang lebih lama dan tetap saja memakan jatah cuti.

Yang berbeda dari lebaran sebelumnya, saya belum mengirim SMS minta maaf kepada siapapun. Bukan berarti saya tak punya salah kepada siapapun. Hanya saja saya tak mau menambah salah saya dengan mengirim permintaan maaf lewat SMS.

Jika memang punya salah, lebih baik langsung menemui yang disalahi dan langsung meminta maaf. Bukan menanti selama setahun dan berpuasa dahulu kemudian minta maaf, pun lewat SMS.

Tak perlu meminta maaf bila tak tahu salahnya. Meminta maaf tanpa tahu kesalahan itu bagi saya seperti memberi cap kepada orang lain bukan pemaaf.

Hari raya ini cukup memberi selamat bagi yang merayakan. Memberi selamat kepada diri sendiri jika berpuasa selama sebulan penuh dengan khusyu’. Memberi selamat kepada kawan dan orang yang dirasa berkeyakinan merayakan. Memberi selamat kepada yang masih berpuasa hari ini, dan baru besok lebaran.

Selamat Hari Raya 1426 Hijriyah, selamat mengartikan dan meyakini, dan berhenti menghakimi yang tak sehati.

Kindle Paperwhite: Pengalaman Membaca Yang Menyenangkan

Membaca buku adalah salah satu hobi yang sudah lama saya tekuni. Genre buku yang saya baca bervariasi dari buku teknik, novel, cerpen, da...… Continue reading

Perkara Ambèn

Published on September 08, 2009

Kesederhanaan

Published on June 22, 2015