Iseng kala listrik padam

Reading time ~1 minute

Iseng kala listrik padam Sudah sejam yang lalu rumah dan sekitarnya diguyur hujan deras dan tak mau ketinggalan, sang petir terjun menuju bumi. Listrik padam sesuai prosedur kala hujan deras. Nyala sebatang lilin yang rela mengorbankan dirinya untuk menerangi kamarku. Itupun tinggal seperempat. Entah dimana kutaruh saudaranya. Lupa.

Barusan suara petir menyambar cukup keras, menghentikan detak jantung untuk sejenak. Suara hujan yang konstan menandakan belum habis cadangan air di langit. Atap rumah tak mau ketinggalan mengalirkan air lewat celah-celah genting tua tak tertata rapi. Untunglah sudah aku siapkan ember-ember di tempat favorit air hujan mendarat.

Begini rasanya kalau nggak ada listrik, komputer tak nyala, radio tidur, lampu padam. Remang-remang. Paling tidak handphone masih bisa akses plurk dan twitter meski super lelet gara-gara hujan. Untunglah para nyamuk tidak berkeliaran, mungkin mereka berteduh dirumah atau tidak punya payung. :p

Hujan dan Kebocoran

Kenangan ketika atap kamar kos bocor di Jogja Continue reading

Hujan, keluhan, kenangan

Published on February 04, 2011