di Dini Hari

Reading time ~1 minute

sleep

Yang aku ingat di dini hari adalah kelaparan dan insomnia. Solusinya adalah menuju ruang makan. Suasana yang sunyi, dengungan konstan lemari es, suara gemeletak barang pecah belah ketika aku bongkar isi meja makan. Kadang aku tak sabaran, mengacak-acak meja makan sampai menemukan sesuatu yang bisa dimakan – mirip tikus kelaparan yang tak makan berhari-hari.

Ketika tak ada makanan yang aku temukan, serapah langsung meluncur dari mulutku. Meski serapah justru menambah perut semakin lapar, tak peduli lah. Paling tidak emosiku menurun.

Tak ada orang yang bisa aku salahkan atas kelaparan yang menimpaku. Mungkin menjadi makhluk nocturnal bukan pilihan tepat di lingkungan manusia normal. Aku juga tak akan menyalahkan diriku sendiri yang memilih jalan nocturnal ini – aku bukan orang yang menyesali keputusan yang aku buat.

Hanya saja, jika dini hari tanpa makanan ini berkelanjutan, efek yang kentara adalah badanku yang kurus semakin kering dan aku akan lebih mirip tulang berjalan daripada spesies manusia.

Untungnya, malam ini termasuk malam keberuntunganku, lauk masih tersedia, nasi pun masih ada. Segera mengambil piring untuk aku isi makanan serta lauknya. Tak banyak. Tak sedikit. Cukup mengisi perutku yang mulai teriak-teriak kelaparan ini.

Selesai makan, perut kenyang, mata mulai ngantuk, aku menuliskan tulisan ini. Sebagai bentuk kenangan juga kesyukuran atas keadaanku sampai saat ini. Thanks God.

Kindle Paperwhite: Pengalaman Membaca Yang Menyenangkan

![Tampilan Home Kindle Paperwhite dalam format list](/images/old/2013/08/Kindle-Paperwhite-01.jpg)Membaca buku adalah salah satu hobi yan...… Continue reading

Bermain Ingress

Published on March 10, 2013

Percakapan default di mini market

Published on March 09, 2011